Patroli Hutan Desa Liagu Februari 2026 dilaksanakan oleh tim LPHD Liagu dengan mandat pengawasan dan pemantauan kondisi hutan desa. Kegiatan dilakukan pada dua periode, yaitu:
- 11 Februari 2026 dengan jarak tempuh 35,18 km.
- 26 Februari 2026 dengan jarak tempuh 42,43 km.
Tim patroli terdiri dari anggota masyarakat desa Liagu, termasuk Edy, Marwan, Suhardy, Arif, Syahdan, Ade, Armain, Sarman, Wulan, Nilam, Rony, Amran, Jefri, serta anggota lain pada periode kedua.
Hasil Kegiatan Patroli Hutan Desa Liagu Februari 2026
a. Keanekaragaman Hayati
- Satwa liar yang teridentifikasi meliputi:
- Bekantan (Nasalis larvatus) sebanyak 2 individu, ditemukan di kawasan hutan desa.
- Ular cincin emas (Boiga dendrophila) sebanyak 1 individu, ditemukan di pohon bakau.
- Burung bangau dalam kelompok besar di daerah jauh dari permukiman.
- Berbagai jenis burung lain terdeteksi melalui suara di kawasan hutan.
- Tumbuhan yang teramati:
- Rhizophora mucronata (bakau besar) dengan tinggi 8–9 m dan diameter 1,91 cm.
- Avicennia alba (api-api) dengan tinggi 12 m.
- Rhizophora apiculata (bakau kecil) dengan tinggi 7 m.
b. Pemanfaatan oleh Masyarakat
- Aktivitas penangkapan ikan menggunakan pukat/jaring dan alat tangkap kelong ditemukan di beberapa titik.
- Terdapat aktivitas pengambilan hasil hutan bukan kayu (HHBK), seperti pencarian kepiting.
c. Gangguan dan Aktivitas Ilegal
- Penangkapan ikan dengan alat tangkap berlebihan teridentifikasi, meskipun tidak ditemukan penggunaan racun atau setrum pada periode ini.
- Tidak ditemukan indikasi kebakaran, pertambangan, atau perambahan pada kedua periode patroli.
3. Tindakan Lapangan
- Tim patroli memberikan peringatan dan pengusiran terhadap pelaku penangkapan ikan dengan alat tangkap berlebihan.
- Alat tangkap lama diberi tanda untuk pemantauan lebih lanjut.
- Observasi satwa dan tumbuhan dicatat secara detail dengan waypoint, koordinat, serta dokumentasi foto.
Patroli LPHD Liagu pada bulan Februari 2026 menunjukkan:
- Keanekaragaman hayati hutan desa masih terjaga, dengan keberadaan satwa kunci seperti bekantan dan ular cincin emas.
- Ancaman utama berasal dari aktivitas penangkapan ikan berlebihan, yang berpotensi mengganggu ekosistem perairan.
- Vegetasi bakau dalam kondisi baik, dengan tegakan besar dan alami yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis konservasi.
Rekomendasi Kegiatan Patroli Hutan Desa Liagu Februari 2026
- Penguatan pengawasan terhadap aktivitas penangkapan ikan, khususnya penggunaan alat tangkap yang merusak.
- Peningkatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem bakau dan satwa liar.
- Pengembangan ekowisata berbasis bekantan dan hutan bakau sebagai alternatif ekonomi berkelanjutan.
- Patroli rutin dengan jarak tempuh yang konsisten untuk memastikan keberlanjutan pengawasan.
