Patroli Hutan Desa Liagu Januari 2026 dilaksanakan oleh tim LPHD Liagu dengan dukungan InProSuLA, bertujuan untuk memastikan kondisi hutan desa tetap terjaga dari aktivitas penebangan liar dan gangguan lainnya. Kegiatan dilakukan pada dua periode:
| Tanggal | Jarak Tempuh (km) | Fokus Kegiatan |
| 27 Januari 2026 | 23.71 | Pengawasan kawasan rawan penebangan |
| 10 Februari 2026 | 41.66 | Pemantauan kondisi hutan mangrove dan satwa liar |
Tim patroli terdiri dari anggota masyarakat desa Liagu: Edy, Sarman, Rony, Amran, Ade, Arif, Nilam, Wulan, Amri, Armain, Jefry, dan Amran.
Hasil Patroli Hutan Desa Liagu Januari 2026
a. Keanekaragaman Hayati
- Satwa liar yang teridentifikasi:
- Macaca fascicularis (Monyet ekor panjang/Dok Kuyat) – 6 individu di kawasan hutan desa.
- Biawak – 1 individu terlihat di area hutan mangrove.
- Tumbuhan yang ditemukan:
- Rhizophora mucronata (Bakau besar) dengan tinggi 9 m dan diameter 2,86 cm.
- Avicennia alba (Api-api), Nipa, Kayu merah, serta Kelapa prida yang ditanam di area hutan desa.
- Pohon pinus tumbuh di pinggiran kawasan mangrove dengan tinggi mencapai 32 m.
b. Aktivitas Masyarakat
- Tidak ditemukan aktivitas penangkapan ikan menggunakan racun atau setrum.
- Terdapat tambak udang aktif di kawasan hutan desa yang masih dalam batas aman.
- Penanaman kelapa prida menunjukkan adanya upaya pemanfaatan lahan secara produktif dan ramah lingkungan.
c. Gangguan dan Aktivitas Ilegal
- Penebangan liar terdeteksi pada 27 Januari 2026 di titik koordinat 117.33, 3.27 dengan temuan 35 batang tunggul kayu. Tindakan: dilaporkan kepada pihak berwenang dan dicatat sebagai gangguan utama bulan Januari.
- Tidak ditemukan indikasi kebakaran, pertambangan, atau perambahan pada kedua periode patroli.
Tindakan Lapangan
- Tim melakukan pendataan dan pelaporan langsung terhadap aktivitas penebangan liar.
- Peringatan dan sosialisasi diberikan kepada masyarakat sekitar terkait larangan penebangan di kawasan hutan desa.
- Observasi satwa dan tumbuhan dilakukan dengan pencatatan waypoint, koordinat, serta dokumentasi foto lapangan.
Patroli Hutan Desa Liagu Januari 2026 menunjukkan bahwa:
- Kondisi hutan desa relatif terjaga, dengan vegetasi mangrove yang sehat dan beragam.
- Ancaman utama berasal dari aktivitas penebangan liar di satu titik lokasi.
- Keanekaragaman hayati masih tinggi, ditandai dengan keberadaan monyet ekor panjang dan berbagai jenis tumbuhan mangrove.
- Kegiatan masyarakat sebagian besar bersifat produktif dan tidak merusak lingkungan.
Rekomendasi Patroli Hutan Desa Liagu Januari 2026
- Penguatan pengawasan di area rawan penebangan melalui patroli rutin dan sistem pelaporan cepat.
- Peningkatan edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem mangrove dan satwa liar.
- Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan lembaga pendamping untuk penegakan aturan hutan desa.
- Pengembangan kegiatan ekonomi alternatif seperti budidaya kepiting dan ekowisata mangrove.
- Pemantauan berkala terhadap tambak udang dan penanaman kelapa prida agar tetap sesuai prinsip konservasi.
