LPHD Liagu mengikuti Kkgiatan kunjungan lapangan ekowisata mangrove sekaligus sosialisasi tentang cara pengelolaan dan sekaligus pemanfaatan hutan mangrove hutan desa untuk bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Adapun kegiatan ini penting bagi LPHD agar merencanakan pengelolaan ekowisata mangrove yg berpotensi didesa masing-masing,,semua bisa terlaksana tetapi tinggal ditingkatkan kesadaran bagi masyarakat terhadap menjaga lingkungan. Kegiatan dilakukan pada tanggal 24-28 November 2025 yang diikuti oleh LPHD se-Kalimantan Utara yang merupakan bagian dari Kelompok Kerja Mangrove Daerah.

Ekowisata Mangrove Batu Lumbang merupakan pemanfaatan hutan mangrove secara berkelanjutan seluas ±7,43 Ha sebagai destinasi wisata terbatas edukasi susur mangrove di Kota Denpasar, memfasilitasi kegiatan nganyud abu jenazah pengabenan, serta berkesempatan menjadi lokasi studi banding dalam pengelolaan hutan mangrove berbasis masyarakat. Bahkan menjadi salah satu lokasi kegiatan pengenalan alam dan budaya Bali kepada delegasi menteri lingkungan hidup pada G20 Indonesia 2022.
Kunjungan penyemaian mangrove yang diselenggarakan beberapa kepala negara di G20 BALI. Tujuan kunjungan ini bnyak ilmu yg didapat dan bisa diterapkan di desa masing-masing, bukan tentang kepala negara tetapi pentingnya kita sebagai masyarakat pesisir wajib melaksanakan penyemaian bibit mangrove. Mangrove merupakan ekosistem penting yang melindungi pesisir dari abrasi, menyediakan habitat bagi biota, serta menyerap karbon dalam jumlah besar. Upaya penyemaian bibit mangrove menjadi langkah awal yang krusial dalam rehabilitasi kawasan pesisir yang rusak. Proses ini tidak hanya menjaga keberlanjutan lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir melalui kegiatan pembibitan dan penanaman.

